Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2009

SURAT TERBUKA BUAT DEDDY CORBUZIER

Yang terhormat Bung Deddy Corbuzier, di manapun anda berada;

Mungkin ini ide gila. Tetapi berdasarkan penampilan anda yang sangat memukau di setiap Jum’at malam di RCTI dalam acara The Master, dan berdasarkan kondisi dan situasi nasional pasca peledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Mariott pada tanggal 17 Juli 2009, yang mana sampai detik ini Polri terasa sedemikan sulitnya mencari pelaku, maka jika anda masih cinta NKRI dan sebagai kado HUT RI yang ke-64, saya memberikan tantangan kepada anda untuk:

“MENEMUKAN PELAKU PENGEBOM HOTEL RITZ CARLTON dan HOTEL JW MARIOTT”

Saya yakin, seluruh rakyat NKRI akan sangat berterima kasih kepada anda, jika anda berhasil melakukan hal ini. MERDEKA… !!!


Salam hangat,

Ananto

Sumber:
"anantö/ アナント"

dalam [Guyon-Yook] Guyon-Yook@yahoogroups.com

Rabu, 29 Oktober 2008

Reporter Muda Meliput Pembunuhan

Seorang reporter muda ditugaskan untuk meliput suatu peristiwa pembunuhan. Oleh perusahaan dia disewakan sebuah mobil lengkap dengan sopirnya. Setelah tiba di tempat kejadian, terlihat kerumunan orang. Sang reporter mewawancarai beberapa orang yang berada di tengah-tengah kerumunan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selain itu, dia juga mewawancarai beberapa anggota keluarga dan beberapa tetangga, tapi masih merasa belum puas.

Lalu dia melihat seseorang yang bertampang ramah dan sepertinya tidak asing. Si reporter lalu berpikir, "Wah ... kelihatannya Bapak yang satu ini baik dan dia sering tersenyum padaku, pasti dia bersedia memberikan keterangan yang lebih akurat."

Si Reporter mendekati Bapak tersebut dan mulai mengajukan beberapa pertanyaan.

Reporter : "Apakah anda tetangga korban?"
Bapak : "Oh ... bukan."

Reporter : "Wah .. kalau begitu anda keluarganya!"
Bapak : "Bukan juga"

Reporter : "Kalau begitu apa hubungan anda dengan korban atau kejadian ini?"
Bapak : "Tidak ada"

Reporter : "Lalu mengapa anda ada di sini?"
Bapak : "Sebab aku adalah sopir yang membawamu kemari."

Kamis, 02 Oktober 2008

Bayar Hutang Dapat Bonus

KONON (awas, bacanya jangan dibalik!) tersebutlah dua sahabat karib yang satu namanya Otong, satunya lagi Otang. Mereka berdua bekerja di instansi yang sama, ruangan sama, kedudukan sama, punya hobby-pun sama, sampai-sampai kalau ada kesempatan manipulasi & korupsi-pun sama-sama.

KONON (ingat jangan dibalik lagi!) mereka sudah sama-sama married, Otong punya bini jelek, pesek, item, gendut kayak Atun. Sedangkan Otang punya bini wow kereeen, bodynya mbadan pas kayak gitar Espanol, wajah mirip bintang sinetron Tamara Beliwizky, pokoknya asyik punya cing!

Si Otong ini rupanya ngiri sama Otang, pingin juga nyicipi bininya Otang. Otong pikir toh namanya sahabat karib, punya banyak kesamaan selera antara dia dengan Otang. Dalam hal ini terang aja Otang nggak mau disamakan seleranya kalau urusan bini.

Otong mikir gimana caranya ya....?, nggak usah "nggituin" juga nggak apa-apa asal bisa ngeliat barang terlarang yang nempel di bodynya Tamara Beliwizky yang aduhai itu.

Akhirnya dia punya akal! Ia pura-pura pinjam uang ke Otang sebanyak Lima Juta rupiah kontan bo'. Karena nggak tahu ada urusan apa Otong minjem uang, si Otang pun minjemin juga tuh duit ke Otong.

Esok paginya ketika Otang udah pergi ke kantor, diam-diam Otong dateng ke rumah Otang, jelas mau nemuin si Tamara! Tamara heran, koq tumben-tumbennya pagi-pagi main, bukannya berangkat kerja.

Otong mulai berbasa-basi, ngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya pada tujuannya pingin ngelihat segala anunya Tamara. Tentu saja Tamara nggak mau, dikirain ia seorang istri apaan. Saking nggak sabarnya, Otong ngeluarin uang Lima Juta yang ia pinjam dari Otang.

Otong : Saya cuma pingin lihat buah dada kamu, saya nggak akan macam-macam sama kamu...bener suwer! Saya kasih tiga juta nih.

Melihat uang tiga juta kontan, Tamara luluh juga, diplorotinnya baju bagian atasnya. "Cleguk" Otong menelan ludahnya. Ia belum puas masih ingin melihat bagian bawahnya lagi.

Otong : Nih saya kasih lagi satu juta, saya ingin lihat agak ke bawah sampai puser"

Tamara plorotin lagi bajunya sampai pusernya kelihatan, lagi-lagi kerongkongan Otong bunyi "cleguk".

Ia sodorkan lagi uang satu juta untuk melihat yang agak bawah (aaaaahhh tegang!).

Kerongkongan Otong berirama "cleguk-cleguk, glek-glek" ludah seember ditelannya.

Dalam hati Otong "akhirnya uang lima juta impas gua kembaliin ke Otang plus bonus ngeliat Tamara bugil".

Otong puas, tak peduli ia berangkat kekantornya udah telat. Ditemuinya si Otang, dia bilang kalau dia terlambat masuk kantor karena mampir dulu ke rumahnya ngembaliin uang lima juta yang ia pinjam kemarin. Otang nggak habis pikir, sepulang dari kantor ia temui istrinya.

Otang : "Tadi pagi Otong kesini ya?"

Tamara : "Iya mas, dia orangnya baik sekali ya mas, dia tadi ngasih hadiah ke aku uang sebanyak lima juta"

Otang : "Palalu bau menyan.... wong itu uang saya koq"

Tamara : "Hah........?????????????"

Kamis, 18 September 2008

Penjara 1 Bulan

Dua orang napi sedang berbincang-bincang. “Berapa lama sih dipenjara ?”

“Satu bulan,” jawab napi yang satunya.

“Wah, enteng tuh, memangnya kejahatanmu apa?”

“Saya membunuh istri saya.”

“Hah, membunuh kok hanya dipenjara satu bulan ???”

“Ya, tapi setelah itu dihukum gantung !”