Sabtu, 22 November 2008

Dialog Absurd Warga Djakarta (19)

Makanya yang bersih dong!
Cewek #1: "Eh, cowok loe kok udah tiga hari gak sekolah sih, kenapa? Sakit ya?"
Cewek #2: "Iya tuh... Kasian banget, dia kena sifilis, jadinya sakit kepala terus rada2 susah napas gitu..."

Didengar oleh teman-temannya yang merasa kasihan ke pacar sinusitis yang sedang difitnah.


Mendingan beliin suvenir aja...
Cewek #1: "Oh iya! hampir lupa… Temen gua mau ulang tahun bentar lagi… Gua beliin apa ya bagusnya?"
Cewek #2: "Beliin kado aja!"

Di sebuah pusat perbelanjaan, didengar oleh cewek #1 mendadak bisu dan lemas.


Jangan ajak ke Mangga Dua...
Pegawai Lapar: "Bang, lempernya berapaan bang?"
Tukang Kue Kantor: "Biasa mbak dua ribu, tiga..."
Pegawai Lapar: "Mahal amat! Dua ribu, dua ya?"

Didengar oleh pegawai lain yang membatalkan mengajak belanja bareng.


Walaupun killer, boleh lah...
Ibu Dosen Killer membacakan jawaban ujian: "Tiga enam, D ya anak-anak..."
Mahasiswa Tengil: (Spontan dan keras) "Wew, gede yo!"

Didengar sekelas yang tidak mau membayangkan nasib akademis mahasiswa itu.

Kamis, 20 November 2008

Dialog Absurd Warga Djakarta (18)

Money can't buy everything...
Cowo Tajir: "Wah, gua baru beli notebook baru, canggih, keren..."
Cowo Kere: "Oh ya, notebook loe merknya apaan?"
Cowo Tajir: "Microsoft."

Perkantoran Hijau di Jakarta Selatan, didengar oleh cowo kere yang ngerasa otaknya lebih tajir.


Kelas Pasca Bayar ada gak?
Teman #1: "Gue lagi cari sekolah nih, mau S2."
Teman #2: "Mau ambil apa?"
Teman #1: "Pasca Sarjana."

Plaza Senayan, didengar oleh teman yang mempertanyakan ijasah S1 temannya dalam hati.


Bisa bikin pikun emang sih...
Cewek #1: "Memangnya kamu taruh dimana tadi berkasnya?"
Cewek #2: "Duh... Itu dia. Akhir-akhir ini gua sering lupa... Kayaknya gua kena insomnia dech..."

Perkantoran Jakarta Selatan, didengar satu kantor yang tiba-tiba terkena infuenza

Rabu, 19 November 2008

Balada Wakidjan

Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, "Not a play! Not a play!"

Nadine bengong. "Not a play?"

"Yes. Not a play. (Bukan main.")

Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. "Bukan main itu bukan not a play, Djan."

"Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok.

(Orang saya sudah periksa di kamus kok)

"Lalu berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk).

But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan).

"I just want a meal together."

"Ngaco kamu, Djan," Tukidjo tambah gemes.

"Don't be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch.?"

Nadine cuman senyum kecil. "I would love to, but …"

"Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)" sambut Wakidjan ramah.

"Different river, maybe (Lain kali barangkali)."

I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok).

Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal.

"Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?"

Tukidjo cari kalimat penutup. "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button."

(Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, "His name is also effort." (Namanya juga usaha )

Isteri yang Sempurna

  1. Seorang Istri yang cantik, pintar bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah penting.
  1. Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
  1. Seorang Istri yang pengertian, saleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya itu sangat penting.
  1. Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda lahir batin dan di tempat tidur juga tidak kalah penting.
  1. Tapi yang paling penting adalah, keempat istri-istri tersebut di atas jangan sampai saling mengenal satu sama lainnya


Selasa, 18 November 2008

Dialog Absurd Warga Djakarta (17)

Itu otaknya aja kayanya...
Perempuan kehausan: "Aduh boo... Haus gua, gua degradasi kayaknya."

Mal di Jakarta, didengar oleh teman yang ingin memberikan air aki.


Adanya yang isi kentang...
Cowo Polos: "Mbak, ada bread gak?"
Pelayan: "Wah gak ada mas, adanya french fries."
Cowo Polos: (bilang ke teman-temannya) "Adanya french fries..."
Wanita Lugu hamil muda: "Ya udah gak papa, gua pesen french fries yang isinya pisang ya!"

Didengar oleh si cowo polos yang mencari laut untuk menenggelamkan dirinya.


Dan rasanya gak manis juga sih...

Pelayan: "Mbak tadi teh manisnya pake es gak?"
Cewek: "Pake mas..."
Cowok melambai: "Kalo gak pake es jadi teh mani dong mas... Hihihi."

Nasi uduk tenda Ampera, didengar pengunjung lain yang benar-benar malas membayangkan.

Minggu, 16 November 2008

Dialog Absurd Warga Djakarta (16)

Kenapa bukan pemain aja ya?
Anak umur 3 tahun: "Ma, kakak itu pendiem ya?"
Mama: (senang anaknya bisa menilai orang) "Hmm, emang kenapa, dek?"
Anak: "Abis kakak suka bilang ke aku, 'dek, diem dong!'."

Didengar oleh seseorang yang tidak jadi menyelamati kepekaan anak itu.


Maaf, kami tidak melayani londo...
Sekelompok teman: (membaca menu) "Mas sweet ice teanya tujuh, ya!"
Pelayan dengan muka bingung: "Umm, tunggu sebentar ya..."
(...)
Pelayan kembali: "Maaf mas, gak ada..."
Salah satu teman penasaran: "Kalau gitu ganti es teh manisnya aja tujuh deh, mas!"
Pelayan: "Oh kalo itu ada mas!"

Mall di jakarta, didengar oleh enam orang teman lainnya yang malas menjelaskan ke pelayan apa persamaan sweet ice tea dan es teh manis.


Itu namanya juga Restoran Masuk! Eh, atau Keluar?
Teman #1: "Wah.. Hotel ini keren juga, hotel apaan sih, baru yah...?"
Teman #2: "Iya... Keren bo..."
Ketika melewati pintu masuk hotel
Teman #1: "Eh bo... Ini namanya HOTEL ENTRANCE."
Teman #2: "Oohh... Hotel entrance, baru pasti, gua baru liat, keren juga nih hotel entrance..."

Didengar oleh teman #3 yang ingin mencopot papan petunjuk itu dan menjejalkannya ke mulut mereka.