Rabu, 17 November 2010

Halle Berry Suka Jalan-jalan Tanpa Busana

besteyecandy
Aktris peraih Oscar, Halle Berry, secara terbuka mengakui bahwa dirinya menyukai ketelanjangan. Makanya, jangan heran bila ia kadang-kadang melepas pakaian bila sedang berada di kediamannya.

Saat menjadi bintang tamu di acara The Ellen DeGeneres Show, perempuan berusia 44 tahun itu membocorkan hal tersebut. Kata dia, bila dia sedang ingin tampil polos, ia suka jalan-jalan di sekitar rumahnya dalam keadaan bugil.

Nah, jika Anda menemukan dirinya dalam keadaan tersebut, kata Berry, bisa berarti itu hari keberuntungannya. "Tapi ya kadang-kadang," ujar Berry menggoda.

Sumber: Kompas

Sabtu, 06 November 2010

Lowongan Pekerjaan

Iyal dan Helmi adalah dua orang pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.

Iyal : "Hel, susah ya sekarang cari kerjaan."
Helmi: "Sebenarnya ada sih kerjaan buat kamu. Kamu mau?"
Iyal : "Iya mau, kerja apa?"
Helmi: "Tolong carikan saya pekerjaan. Itu kerjanya."

Kursi Taman

G-Spot

Pasti Anda sudah mendengar istilah G-spot. Salah satu zona erotis perempuan ini sangat berperan sebagai organ pemberi rasa nikmat saat bercinta. Jika Anda berhasil mengeksplorasi, kenikmatan luar biasa menanti.
Sayang, banyak pria, bahkan perempuan sendiri masih belum tahu banyak tentang G-Spot ini. Bahkan bagi kebanyakan orang, keberadaannya masih berupa misteri. Mungkin karena ukuran kecil dan letaknya yang tersembunyi. Mari kita mengenal lebih dekat si hot spot ini.
Apa itu G-Spot?
G-Spot adalah sekumpulan jaringan syaraf yang berbentuk seperti kacang dan berada di bawah permukaan liang Miss V yang menghadap ke arah depan tubuh. Meski lokasinya berbeda-beda, G-Spot biasanya terletak di tengah, antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 cm ke dalam Miss V.
Kata G-Spot diambil dari inisial penemunya, seorang ginekolog dari Jerman, Ernst Grafenberg yang menemukannya di pertengahan abad 19.
Para peneliti telah menemukan bahwa pada beberapa perempuan, rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding Miss V bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik. Karena berada di bawah permukaan dinding Miss V, maka G-Spot harus dirangsang secara tidak langsung melalui dinding Miss V.
Bagaimana menemukannya?
Seperti kita ketahui, G-Spot merupakan titik rangsang seksual perempuan. Jadi, tak heran jika sentuhan-sentuhan yang mengenai G-Spot, baik oleh Mr P maupun jari, akan memberikan sensasi berbeda bagi perempuan selama sesi bercinta. Sekali saja Anda atau pasangan menemukannya, maka tak sulit untuk menemukan lokasinya lagi.
Namun, Anda perlu menemukannya terlebih dahulu. Hingga kini diketahui posisi yang paling "menguntungkan" bagi perempuan saat bercinta adalah posisi merangkak, seperti woman on top. Mengapa? Karena G-Spot dapat tersentuh dengan mudah oleh Mr P saat bergesekan dengan dinding depan saluran Miss V.
Tanda tersentuh dengan benar
Ingin tahu seperti apa rasanya ketika G-Spot telah ditemukan dan terangsang dengan benar? Yang pasti, ada sensasi menggelitik dan luar biasa. Sensasinya bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh.
Beberapa perempuan malah bisa mencapai orgasme, dan ada juga yang mengeluarkan cairan seiring dengan kontraksi orgasmik tadi, atau disebut juga ejakulasi, yaitu berproduksinya kelenjar cairan di selaput mukosa Miss V.
Berbeda dengan cairan pelumas dari Miss V yang encer dan bening, cairan yang diproduksi saat Anda mengalami ejakulasi lebih kental dan berwarna putih. Unsur ini mirip dengan cairan dalam air mani pria (tanpa sperma, tentu).
Yang menarik lagi, pada sebagian perempuan ada yang merasakan ingin buang air kecil secara mendadak (meski perasaan ini biasanya lewat saja).
Tak selalu sama
Namun jangan putus asa jika Anda tidak merasakan apa pun. G-Spot hanyalah salah satu ukuran kepuasan dalam kehidupan seksual. Apalagi menurut penelitian, beberapa perempuan memiliki G-Spot yang letaknya lebih tinggi dari Miss V-nya sehingga jari-jari mereka pun tak cukup panjang untuk mencapai daerah G-Spot. Vibrator, jari-jari pasangan, atau Mr P mungkin bisa membantu melakukan lebih baik.
Jangan kecewa pula jika ternyata Anda tak bisa menikmati sensitivitas G-Spot. Pasalnya, ada beberapa perempuan yang hanya merasa setengah nikmat atau malah tidak nyaman sama sekali. Kalau begini, cari saja area sensitif di bagian tubuh lain dan tetap nikmati serunya acara bercinta Anda.

G-Spot Tidak Pernah Ada?
Menurut peneliti utama dari Journal of Sexual Medicine tadi, Dr Randy Fink, tidak ada zona erotis perempuan yang dikenal sebagai G-spot, karena itu bukanlah lokasi anatomik yang dapat diidentifikasi dengan pasti pada setiap perempuan.
"Di lab anatomi sekolah kedokteran, siapa saja bisa bertanya pada dosen untuk mengidentifikasi bola mata. Dengan sedikit pembedahan, ahli anatomi dapat memindahkan bola mata mayat, dan menunjukkannya pada mahasiswa," ujar ahli obstetri-ginekologi yang berpraktik di Miami, Florida, ini.
"Namun, hal yang sama tidak dapat dilakukan untuk menemukan G-spot. Itu kelompok saraf yang tidak bertemu di bagian atas dinding vagina, sehingga malah banyak perempuan yang mengatakan mereka tak pernah menemukannya."
Dr Fink meyakini, meskipun G-spot tidak muncul secara fisik, namun keberadaannya memang tergantung pada masing-masing perempuan. Beberapa perempuan mengalami kenikmatan yang hebat dari stimulasi pada area ini, sementara yang lain tidak menemukan kesenangan yang spesifik. Meskipun sudah berusaha keras, mereka toh tidak menemukannya, demikian kesimpulan Dr Fink.
Sifatnya subyektif
Apa pun hasil penelitian tersebut, masih banyak pakar lain yang meyakini bahwa G-spot itu nyata. Keberadaan G-spot didukung habis-habisan dalam buku Love Her Right: The Married Man's Guide to Lesbian Secrets for Great Sex yang ditulis Dr Joni Frater dan Esther Lastique.
Salah satu bab dalam buku tersebut menggambarkan bahwa zona tersebut terletak di sepertiga luar kanal vagina. Meskipun G-spot bukanlah satu-satunya cara untuk membangkitkan rangsangan pada perempuan, hal itu termasuk yang paling dibicarakan.
"Sepertiga luar vagina memiliki saraf yang paling sensitif untuk merangsang perempuan. Gerakan memutar dengan tangan atau gerakan penis bisa menstimulasi saraf-saraf tersebut," papar Dr Frater dan Lastique.
"Karena area tersebut kecil, seukuran koin, kebanyakan orang memilih untuk mengurangi rangsangan di daerah ini. Padahal bagi banyak perempuan lain, di situlah zona paling menyenangkan yang pernah ada," katanya.
Selama stimulasi, jaringan lunak di daerah itu membengkak dan keras, sehingga dapat disentuh dengan menyelipkan jari. Stimulasi yang pas bisa menimbulkan orgasme hebat, dan pada tipe orgasme ini, beberapa perempuan bisa mengalami ejakulasi. Ya, ejakulasi. Mereka mengeluarkan cairan bening dari jaringan lunak. Mirip dengan cairan prostatik, namun banyaknya cairan berbeda-beda pada masing-masing orang.
"Sebagai host acara radio, kami sudah mewawancarai terapis seks, ginekolog, dan banyak pakar lain yang setuju dengan kehadiran dan pentingnya G-spot untuk perempuan," ujar Dr Frater.
Banyak perempuan yang memiliki kapasitas untuk mendapatkan multiorgasme, ketika mengombinasikan stimulasi zona ini dengan teknik lain. Jadi, bila Anda belum menemukannya, keep on searching. Siapa tahu bila Anda menemukannya, Anda akan mendapatkan klimaks yang Anda inginkan selama ini!

Sumber: Warta Kota

Kamis, 28 Oktober 2010

Rambut Miss V, Tumbuh Bukan Tanpa Fungsi

Thinkstock
Tidak sedikit wanita yang merasakan gatal setelah mencukur atau waxing pubic hair mereka. Mengapa itu bisa terjadi?

Menurut dr. Vanda Mustika, konsultan seks wolipop, rambut miss V diciptakan bukan tanpa fungsi. Selain berfungsi sebagai tanda maturitas organ-organ seksual, rambut miss V ini juga berfungsi sebagai pelindung daerah miss V yang sangat sensitif dari infeksi dan iritasi, mengurangi gesekan langsung ke kulit selama terjadinya hubungan seksual, serta tempat berkumpulnya feromon yaitu hormon yang dapat memancing libido pasangan.

Ada beberapa orang yang selalu mencukur habis rambut miss V dengan alasan kebiasaan, penampilan yang lebih menarik, rasa yang tidak nyaman dengan adanya rambut, untuk memfasilitasi seks oral ataupun untuk alasan penampilan (agar tidak terlihat saat menggunakan pakaian renang). Namun sebenarnya mencukur rambut miss V bukan tanpa risiko, hal ini bisa membuat kulit luar miss V lebih sensitif dan lebih mudah teriritasi karena adanya gesekan dengan pakaian dalam.

Iritasi dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal di daerah miss V. Selain itu arah mencukur yang salah (dari arah bawah ke atas) menyebabkan rambut akan tumbuh ke arah yang salah dan menyebabkan adanya papul-papul kecil kemerahan seperti jerawat yang juga menimbulkan rasa gatal.

Oleh karena itu, meski memiliki rambut miss V yang lebat disarankan untuk tidak mencukurnya. Bulu pubis yang terlalu lebat bisa menahan keringat di sekitar miss V sehingga bisa memicu berkembang biaknya jamur. Namun bila Anda merasa terganggu dengan pubic hair yang lebat, jangan mencukurnya sampai habis, cukup rapikan saja.

Sumber : www.wolipop.com

Sabtu, 23 Oktober 2010

Film Angelina Jolie Dapat Izin dari Pemerintah Bosnia

Angelina Jolie bisa tersenyum bahagia. Izin untuk menggarap filmnya akhirnya diberikan juga oleh pemerintah Bosnia.

Mengutip laporan dari laman Reuters, Rabu (20/10), Menteri Kebudayaan Bosnia, Gavrilo Grahovac, telah membaca naskah film yang hendak digarap oleh Jolie tersebut. Usai membaca, izin pun ia teken.

Izin ini dikeluarkan setelah sang menteri bertemu dengan Bakira Hasecic. Hasecic adalah kepala Asosiasi Perempuan Korban Perang di Sarajevo yang tidak setuju dengan cerita film Angelina yang akan diangkat ke layar lebar. Namun semua persoalan itu kini sudah tidak lagi mengganggu.

Seperti disampaikan produser film tersebut, Edin Sarkic, Jolie dan krunya kini telah siap untuk memulai proses pembuatan filmnya di Sarajevo pada bulan depan.

''Sekarang ini saya sudah bisa memulai persiapan untuk proses shooting, di mana proses itu sempat terhenti pada pekan yang lalu,'' kata Sarkic. ''Ini menjadi sebuah hal yang sangat penting buat Bosnia di mana akan ada seorang bintang besar yang akan datang ke Sarajevo.''

Sementara, Jolie dalam sebuah pernyataan tertulis yang disampaikan pada pekan lalu menyebutkan akan menjadi sungguh memalukan dan sangat tak adil jika penolakan itu datang dari informasi yang keliru. ''Harapan saya, orang-orang itu harusnya bisa memberikan penilaiannya sampai mereka telah menyaksikan filmnya,'' ungkap Jolie.

Intel Indonesia Lebih Hebat

Ditengah carut marutnya wajah lembaga intelijen kita, masih ada satu hal yang membuat kita bangga. Ternyata dalam hal menerapkan kerahasiaan dalam tugas, intelijen Indonesia-lah yang menerapkannya pada level yang paling ketat.

Di Inggris, agen MI6 biro yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh agen MI6 dari biro lainnya.

Di Israel, agen Mossad satgas yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan rekannya dari satgas lain.

Di Amrik, agen CIA bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan sesama agen di sebelahnya.

Tapi itu belum apa-apa dibanding agen indonesia. Di sini seorang intel tidak tahu apa yang dia kerjakan.